Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Investasi Usia 20-an untuk Freshgraduate

Perubahan Investasiku     Tidak terasa hampir satu tahun saya mulai masuk dunia kerja. Merasakan dapat uang. Belajar finansial dan mulai mencari investasi kemana. Sampai merencanakan harus nabung berapa banyak supaya mencapai tujuan sekian juta dalam sekian tahun.     Tapi Puji Tuhan, saya diingatkan dari beberapa buku maupun youtuber  bahwa investasi paling tepat untuk usia muda, apalagi kita yang baru fresh graduate, adalah investasi ke diri kita sendiri .     Di bab awal buku itu bilang 'kutukan' komedian yang langsung membuka rekening tabungan di awal debut nya, justru menjadi jarang terkenal . Dan, ini hampir terjadi ke saya .       Ketika saya menetapkan mau nabung sekian juta , saya akan berusaha secepat mungkin mencapainya . Saya akan menghemat pengeluaran saya dan merasa 'sayang' untuk beli buku, les, dan sebagainya. Akhirnya, saya akan melewatkan waktu emas saya yang seharusnya bisa saya pakai untuk menambah pengalaman...

1 Tahun Coba Peer to Peer Lending

Gambar
Review: Peer to Peer Lending      Saat internship, saya dikenalkan dengan model 'Peer to Peer Lending' (P2P Lending) yang mempertemukan peminjam dengan pemberi pinjaman . Model ini bisa dibilang 'menggantikan' bank. Jadi, normalnya kita menyimpan uang di bank dan bank meminjamkan uang tersebut ke peminjam yang membutuhkan. Bank yang memilih peminjam dan akhirnya mengambil risiko kalau pinjaman terlambat atau gagal bayar. Sehingga, wajar, selisih bunga bank kita dan bunga pinjaman cukup besar .      Dilanjutkan ketika pengambilan tugas akhir membuat UX yang mengharuskan saya daftar ke 5 platform perusahaan fintech P2P Lending, yang tentu saja sudah berizin OJK. Tapi, OJK hanya memastikan bahwa uang yang kita masukkan ke platform, benar-benar disalurkan ke peminjam .  Bukan memastikan bahwa pinjaman kita pasti dikembalikan ! Kenapa pilih 'P2P Lending'? Bunga BESAR Bunga P2P Lending ini 15%-21%/tahun . Bandingkan dengan bunga deposito (apalagi bunga ban...

Strategiku Targetin Jurusan dan Kampus

Jurusan & Kampus Tujuanku Disclaimer: Ini Cerita Pengalaman Pribadiku, Buat Referensi Saja. Saya Jurusan Sistem Informasi di ITS      Setelah SMA, banyak dari kita yang melanjutkan ke D3/S1, dan harus memilih jurusan dan kampus tujuan. Harapannya, jurusan tersebut akan sesuai atau setidaknya mirip-lah sama pekerjaan cita-cita kita. Tidak jarang, jurusan yang kita pilih akan berubah , dari impian kita di masa kecil, atau bahkan 2 tahun lalu ketika baru masuk SMA.      1. Pilih Jurusan Tujuan      Saya pernah pilih yang berhubungan dengan Kimia seperti Apoteker, karena saat itu saya lagi suka sama Kimia. Tapi akhirnya, saya berpikir hal apa yang selalu saya pakai atau kerjakan di masa luang saya . Oh, IT . Se-sederhana karena saya suka pakai Xls untuk hitung rumus yang berulang, daripada kalkulator, karena saya tidak perlu masukkan ulang formula, cukup ganti nominal. Bahkan saya kira, akan diajarkan cara buat Microsoft Excel (realita: 😂). ...