100 Juta Pertamaku
Target: 100 Juta Pertamaku
Ketika kita baru lulus kuliah dan mulai kerja, ada yang merasa 100 Juta merupakan angka yang cukup besar. Sepertinya besar banget dan baru bisa tercapai kalau kita sudah mapan, mungkin usia kepala 3.
Tapi, suatu malam ketika buka Youtube, saya ketemu video "Bagaimana Cara Mengumpulkan 100 Juta Pertama" ini.
Ternyata, 100 Juta tidak akan sebesar yang kita kira, kalau kita pecah-pecah.
Misalnya, kalau kita tabung 2 juta saja per bulan, setidaknya
- Tahun pertama, kita kumpulkan 2 juta x 12 bulan = 24 juta.
Wah, 24% dari 100 juta. Hampir seperempat sudah kita capai - Tahun kedua, kita kumpulkan lagi 24 juta
(ditambah 24 juta tahun sebelumnya, sehingga jadi 48 juta). Sudah 48% - Tahun ketiga, kita kumpulkan lagi 24 juta
(ditambah 48 juta tahun sebelumnya, sehingga jadi 72 juta). Sudah 72% - Tahun keempat, kita kumpulkan lagi 24 juta
(ditambah 72 juta tahun sebelumnya, sehingga jadi 96 juta). Sudah 96% - Tahun kelima, bulan kedua, kita sudah kumpulkan 4 juta
(ditambah 96 juta tahun sebelumnya, sehingga jadi 100 juta). Sudah 100%
Ini belum termasuk, kalau misal ditengah jalan kita ada kenaikan gaji sehingga kita bisa menabung jadi 3 juta per bulan, dimana bisa lebih singkat lagi. Atau, kalau kita investasi uang tersebut mulai dari di deposito hingga reksadana.
Tapi, sebelum mulai, pastikan kamu sudah baca artikel ini.
Sudah pernah coba?
Ketika pertama kali mencoba, saya proyeksi dalam beberapa tahun, dengan nominal yang berbeda-beda juga. Misalnya, tahun pertama 1.5 juta, lalu saya anggap tahun kedua akan ada kenaikan gaji sehingga bisa menabung 2 juta. Lanjut di tahun selanjutnya 2.5 juta atau 3 juta.
Di tahun kedua, Puji Tuhan ternyata saya bisa naik gaji dan mengurangi biaya akomodasi sehingga bisa menabung 3 juta. Maupun ketika THR, saya bisa memasukkan hampir semua nya ke budget tabungan ini.
Catatan, sebenarnya hal ini supaya saya punya tujuan ketika menabung. Saya tau, dengan menabung 2 juta per bulan, saya bisa dapat 100 juta dalam 5 tahun. Apalagi kalau ketika ada kenaikan gaji atau pun THR saya menabung sekalian, pasti lebih cepat. Pada implementasi nya, tetap fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan.
Misal, pas ditengah jalan saya harus menurunkan tabungan, atau memakai tabungan untuk hal yang bisa meningkatkan skill atau pun produktivitas saya, saya pasti belanja. Seperti, di tahun kedua, saya beli handphone karena handphone lama RAM sudah tidak cukup dan sering not responding ketika buka Whatsapp. Setelah beli, saya bahkan bisa buka Microsoft Teams dan Outlook dari handphone yang membantu saya mengecek email, kalender, atau pun ikut meeting tanpa buka laptop. Atau untuk les dan tes IELTS yang beberapa juta. Atau akhirnya saya pakai untuk S2.
Tidak apa-apa, karena untuk kita yang masih muda, penghasilan rendah, justru fokus ke menambah skill sehingga pendapatan kita naik
Saya juga baru belajar, jadi mari sama-sama belajar.
Kalian bisa comment / email kalau ada pertanyaan atau request topik diskusi lain.
Kalian bisa comment / email kalau ada pertanyaan atau request topik diskusi lain.
Komentar
Posting Komentar