Tips Mahasiswa Baru

Kalau saya 17 tahun lagi...

    5 Tahun lalu, tahun 2015, adalah tahun pertama saya masuk kuliah S1. 

"Wah, ini adalah babak selanjutnya saya menuju kedewasaan"

    Pertama kali ngekos dan keluar dari Tulungagung. Tiap malam telepon dengan orang tua, dan kadang menangis karena kangen, meski hampir tiap bulan dikunjungi orang tua. Sudah tidak ada lagi mama yang nyiapin makan malam kalau begadang. Dan sebagainya.

    Puji Tuhan, sepanjang kuliah saya mengalami banyak perubahan pola pikir, kejadian, tantangan dan sebagainya. Hingga akhirnya hari ini, saya sudah lulus dan masuk ke babak selanjutnya, kerja, hampir satu tahun. 

    Buat pembaca yang baru mau masuk kuliah, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan

  1. Dekati Dosen
    "Nilai itu ditangan dosen,..." sering dikatakan senior saya. Buat bagaimana caranya supaya dosen ingat kita. Cara yang paling mudah adalah yang paling pintar dan paling aktif.

    - Aktif di kelas (maju / jawab pertanyaan ketika diminta).
    - Tanya ke dosen bila tidak paham.
    - Baca materi sebelum kelas dimulai.
    - Duduk paling depan.

    Selain untuk nilai, ada juga kemungkinan kita dapat
    proyek dari dosen. Proyek pertama saya ditawarkan oleh dosen. Dengan dosen kenal sama kita, ketika beliau ada proyek dan butuh mahasiswa, beliau bisa ingat kita. Satu satunya lomba yang saya ikuti selama kuliah juga diajak dosen.

  2. Dekati Senior
    "Kuliah itu untuk koneksi" juga sering saya dengar. Senior sudah lebih dulu masuk, sehingga sudah punya pengalaman. Banyak manfaat yang saya dapat dari senior, seperti

    - Bisa tanya pelajaran. Awal belajar ngoding, saya sangat dibantu oleh senior hingga setidaknya saya punya basic buat belajar sendiri.
    - Bisa minta
    materi. Sebelumnya saya sudah bilang untuk baca materi sebelum kelas, padahal banyak dosen yang kasih materi pas di kelas. Makanya minta dari senior. Selain itu, buat mahasiswa baru yang mungkin liburannya nganggur, bisa cicil baca materi sebelum semester kuliah dimulai.
    - Bisa tanya
    pengalaman. Kuliah itu tidak hanya belajar. Ada organisasi, proyek, magang, dan sebagainya. Senior mu sudah ngalami sebelum kamu.
    -
    Koneksi. Khususnya yang sudah mau lulus, kita akan butuh banget koneksi ini. Eh, koneksi itu bukan 100% kita bakal masuk. Setidaknya, CV kita dibaca atau ada karyawan yang bisa kita follow up buat tanya progress aplikasi kerja kita.

  3. Kejar Nilai, Terima Nilai
    "Nilai itu ditangan dosen, Tapi Tuhan di atas dosen"  adalah lanjutan kutipan sebelumnya. Sehingga, "Aku lakukan bagianku, Tuhan lakukan bagian-Mu".

    Pasang
    target nilai dan lakukan hal terbaik kita untuk dapatkan nilai tersebut. Misal, saya target A. Maka saya berusaha setiap kuis dan ujian dapat nilai di atas 81. Nah, Kalau kita sudah berusaha sekeras mungkin, tapi tidak dapat nilai segitu, tidak apa apa. "Tuhan tau yang terbaik".
    Terima dan tetap berusaha dan lakukan bagian kita. Saat itu kita tidak tau alasannya, tapi kedepannya kita bakal tau. Seperti aku yang GPA tiga semester awal selalu turun, hingga akhirnya paham maksud Tuhan dan alami perubahan pola pikir. Akhirnya di semester ke-empat, dikembalikan oleh Tuhan.

  4. Cari Komunitas / Organisasi
    "Manusia adalah makhluk sosial" adalah hal yang sering kita dengar di sekolah. Haha, tapi sebenarnya mau bilang lagi "Kuliah itu untuk koneksi".

    Di kuliah, kita bisa ketemu sama orang dari berbagai latar belakang. Kota berbeda, atau jurusan berbeda.
    Perluas jaringan mu! jangan jadi katak dalam tempurung.
    Selain itu, gabung di komunitas atau organisasi itu buat lebih dekat.

    Organisasi Himpunan buat kita kenal sama temen dan senior satu jurusan
    Organisasi Fakultas/Institut buat kita kenal sama temen dan senior beda jurusan
    Komunitas Rohani buat kita kenal sama teman, junior, dan senior berbagai jurusan, sekaligus menguatkan kita dari sisi rohani (yang menguatkan saya selama kuliah).

    Terakhir,
  5. Jangan Takut !
    "Buat banyak kesalahan" dan "Habiskan jatah gagal mu selama muda" adalah hal yang paling ingin saya sampaikan. Ada kesempatan yang saya dapat karena coba coba, namun banyak kesempatan yang saya lewatkan karena saya takut. Padahal, banyak ketakutan itu cuma dipikiran kita.

    Takut magang di awal semester karena merasa belum siap akibat belum ada pengalaman dan pengetahuan.
    Hey, ketika kita lulus kuliah pun, kita tidak akan siap. Ketika pertama kerja, kita akan belajar lagi. Setelah tahun pertama atau kedua, kita sudah punya dasar nya. Coba saja. Ditolak sekarang pun tidak apa apa. Pahami alasan kamu ditolak. Biar nanti pas tahun selanjutnya, kita tidak ditolak lagi untuk alasan tersebut.

    Takut daftar beasiswa karena merasa tidak ada hal yang spesial.
    Hey, yang tau beasiswa itu sedikit. Yang ambil langkah daftar lebih sedikit lagi. Mungkin, yang nilainya atau (menurutmu) kualifikasinya lebih tinggi itu tidak tau beasiswa tersebut, atau tidak daftar. Jadi coba saja.
    Beasiswa di tahun terakhir yang saya dapat itu juga akibat coba coba saya. Ternyata yang daftar dari semua jurusan di kampus itu tidak sampai 30 orang. Padahal yang diterima 20 orang. Wah, persaingan yang ternyata tidak seketat yang saya kita.

    Takut daftar lomba karena merasa belum siap.
    Hey, Kamu tidak akan pernah siap. Saya juga beralasan, saya belum punya cukup ilmu. Nanti ketika sudah lebih paham. Tahun berlalu, dan saya tetap tidak merasa cukup. 
    Coba, Belajar, Kalah, Coba lagi. Ahh, andai saya punya keberanian ini.
Masih banyak ketakutan lain yang membuat saya melewatkan banyak kesempatan.
Tapi tidak apa apa, umurku masih 22 tahun. Masih jam 06.36. Saya baru mulai !

Ini pandangan saya.
Kalian bisa comment / email kalau ada pertanyaan atau request topik diskusi lain.
Atau bisa juga kalau ada pandangan dan saran yang mau disampaikan ke saya, yang baru akan mulai di dunia kerja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Awal Belajar Finansial

Dana Darurat

100 Juta Pertamaku